简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat aksara han

"aksara han" terjemahan bahasa Inggris  
ContohHandphone
  • The Ba-Shu culture developed writing systems whose symbols appear to be unrelated to Chinese characters.
    Budaya Ba-Shu mengembangkan sistem penulisan yang simbol-simbolnya tampaknya tidak berhubungan dengan aksara Han.
  • Chinese characters number in the tens of thousands, though most of them are minor graphic variants encountered only in historical texts.
    Jumlah aksara Han mencapai puluhan ribu, meskipun sebagian besarnya adalah varian grafis minor yang hanya ditemukan teks sejarah.
  • The outer white ring is shown with the caption of the official name of the territory in Traditional Chinese and the English short form, "Hong Kong".
    Cincin putih luar ditampilkan dengan keterangan nama resmi wilayah tersebut dalam aksara han tradisional dan bentuk singkat bahasa Inggrisnya, "Hong Kong".
  • The only surviving copies of the work are transcriptions of the original Mongolian text with Chinese characters, accompanied by a (somewhat shorter) in-line glossary and a translation of each section into Chinese.
    Naskah-naskah yang tersisa kini hanyalah alih aksara dari naskah asli (beraksara Mongol) menggunakan aksara Han, dengan tambahan glosarium dan terjemahan tiap bagian ke dalam bahasa China.
  • By virtue of their widespread current use in East Asia, and historic use throughout the Sinosphere, Chinese characters are among the most widely adopted writing systems in the world by number of users.
    Berdasarkan penggunaannya saat ini secara luas di Asia Timur, dan penggunaan historis di seluruh Sinosfer, aksara Han adalah salah satu sistem penulisan di dunia yang diadopsi secara luas.
  • Chinese influence waned as French influence rose in the 19th century, and Vietnam eventually abolished the Imperial examinations and stopped using Chinese characters and the related Chữ Nôm script in the 20th century.
    Pengaruh Tiongkok berkurang karena pengaruh Prancis naik pada abad ke-19, dan Vietnam akhirnya menghapuskan ujian Kekaisaran dan berhenti menggunakan aksara Han dan naskah Chữ Nôm yang terkait pada abad ke-20.
  • The name Beijing, which means "Northern Capital" (from the Chinese characters 北 for north and 京 for capital), was applied to the city in 1403 during the Ming dynasty to distinguish the city from Nanjing (the "Southern Capital").
    Nama "Beijing" berarti "ibu kota utara", (dari aksara Han 北 untuk utara dan 京 untuk ibu kota), diterapkan untuk kota Beijing pada tahun 1403 selama masa Dinasti Ming untuk membedakannya dari Nanjing ("Ibu kota selatan").
  • In Japan, common characters are written in post-WWII Japan-specific simplified forms (shinjitai), while uncommon characters are written in Japanese traditional forms (kyūjitai), which are virtually identical to Chinese traditional forms.
    Di Jepang, aksara umum ditulis dalam bentuk sederhana spesifik Jepang pasca-Perang Dunia II (shinjitai), yang lebih dekat dengan bentuk-bentuk tradisional dari pada penyederhanaan Tiongkok, sementara aksara yang tidak lazim ditulis dalam bentuk tradisional Jepang (kyūjitai), yang hampir identik dengan bentuk aksara Han tradisional.