contoh kalimat artileri medan
- Howitzers are one of two primary types of field artillery.
Howitzer adalah salah satu bentuk artileri medan. - He was commissioned into the Royal Field Artillery in 1920.
Ia ditugaskan di Artileri Medan Kerajaan pada tahun 1920. - The Japanese dragged the greatest concentration of field artillery they had yet assembled onto the ridges overlooking the perimeter.
Jepang konsentrasi terbesar membawa artileri medan mereka berkumpul menghadap perimeter. - As a result, field artillery became viable, and began to emerge, often used alongside the larger cannon intended for sieges.
Akibatnya muncul adanya artileri medan, yang mulai digunakan bersama dengan meriam besar yang biasa digunakan dalam pengepungan. - From 1932 to 1934, he returned to the Field Artillery School, followed by the Coastal Artillery School as an instructor.
Dari tahun 1932 sampai 1934, ia kembali ke Sekolah Artileri Medan, dilanjutkan dengan Sekolah Artilleri Pesisir Pantai sebagai instruktur. - The units of the USAFP(NL) that fought at the battle were the 121st, 15th, 66th, the Provisional Battalion, and the 122nd Field Artillery.
Unit-unit yang terlibat diantaranya adalah Batalion Provinsi ke 121, ke-15 ke-66 dan Batalion ke-122 Artileri Medan. - A version called the 7.5 cm FK 7M59 was proposed towards the end of the war to fill a dual-purpose role of field gun and anti-tank gun.
Sebuah versi yang disebut 7.5 cm FK 7M59 diusulkan menjelang akhir perang untuk mengisi peran artileri medan dan meriam anti-tank. - Radar, Field Artillery, No 15, better known as Cymbeline, was a widely used British mortar locating radar operating in the I band using a Foster scanner.
Radar, Artileri Medan, No 15, lebih dikenal sebagai Cymbeline, adalah sebuah radar mortar locating banyak digunakan menemukan mortir Inggris yang beroperasi di pita I menggunakan scanner Foster. - As lieutenant, he was instructor at Military Academy and as Captain, he worked with Jair Bolsonaro in the 8th Paratrooper Field Artillery Group, placed in Rio de Janeiro.
Sebagai letnan, ia menjadi pelatih di Akademi Militer dan sebagai Kapten, ia bekerja dengan Jair Bolsonaro di Grup Artileri Medan 8, ditempatkan di Rio de Janeiro. - After returning to Japan, he served as an instructor at the Army War College from 1927–1928, before being give a field command as commander of the IJA 4th Field Artillery Regiment in 1928.
Setelah kembali ke Jepang, ia menjadi instruktur di Kolese Perang Angkatan Darat tahun 1927-1928 sebelum diberikan tugas lapangan sebagai komandan Resimen Artileri Medan Ke-4 AD Kekaisaran Jepang pada tahun 1928. - Smith attempted to order artillery fire on the North Korean force but runners were unable to get back to the field artillery positions, and so he assumed they had been destroyed by the tanks.
Smith berusaha untuk memerintahkan tembakan artileri ke arah pasukan Korea Utara namun sang operator tidak dapat kembali ke posisi artileri medan, dan karena itu ia menduga bahwa pasukan artileri mereka telah dihancurkan oleh tank-tank Korea Utara. - Task Force Smith, named for its commander, consisted of 406 men of the 1st Battalion, 21st Infantry Regiment, as well as 134 men of A Battery, 52nd Field Artillery Battalion under the command of Lieutenant Colonel Miller O. Perry.
Satgas Smith, yang dinamakan sesuai nama komandannya, terdiri dari 406 orang dari Batalyon ke-1, Resimen Infanteri ke-21, serta 134 orang dari Pasukan A, Batalyon Artileri Medan ke-52 di bawah komando Letnan Kolonel Miller O. Perry. - At this time 12 lbers were the largest caliber of long-barreled field pieces, and were used both at long range against fortifications and troop concentrations using round shot and against attacking infantry and cavalry using canister shot.
Pada saat itu 12 pon adalah kaliber terbesar dari artileri medan laras panjang, dan digunakan baik dalam jarak yang jauh melawan benteng dan konsentrasi pasukan dengan menggunakan peluru meriam dan melawan serangan infanteri dan kavaleri menggunakan canister shot. ^ - Task Force Smith order of battle 1st Battalion, 21st Infantry Headquarters Platoon B Company C Company Heavy Weapons Platoon 52nd Field Artillery Battalion A Battery By July 1, Task Force Smith had fully arrived in South Korea and briefly established a headquarters in Taejon.
Urutan pertempuran Satuan Tugas Smith Batalyon ke-1, Resimen Infanteri ke-21 Markas Peleton Kompi B Kompi C Peleton Senjata Berat Batalyon Artileri Medan ke-52 Pasukan A Pada tanggal 1 Juli, Satuan Tugas Smith sudah tiba seluruhnya di Korea Selatan dan mendirikan kantor pusat sementara di Taejon.