简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat dinasti liang

"dinasti liang" terjemahan bahasa Inggris  
ContohHandphone
  • Her father Shen Fashen (沈法深) was an army officer during Liang Dynasty.
    Ayahnya Shen Fashen (沈法深) adalah pejabat militer pada masa Dinasti Liang.
  • He maintained his country's diplomatic ties with Liang Dynasty China as well as Wa (Japan).
    Ia memelihara hubungan diplomatik negaranya dengan Dinasti Liang Cina dan juga Wa Jepang.
  • Liu Jingyan was born in 534, when her father Liu Yan (柳偃) was a Liang Dynasty official.
    Liu Jingyan lahir pada tahun 534, ketika ayahnya Liu Yan (柳偃) adalah pejabat Dinasti Liang.
  • Kings Muryeong and Seong sent envoys to Liang several times and received titles of nobility.
    Raja Muryeong dan putranya, Raja Seong juga mengirimkan utusan-utusannya ke Dinasti Liang beberapa kali guna menerima gelar kehormatan.
  • In 512, according to the Liang shu, Muryeong sent Baekje's first mission to the newly established court of the Chinese Liang Dynasty.
    Pada tahun 512, menurut catatan sejarah Liang shu, Muryeong mengirim misi pertama Baekje ke Dinasti Liang.
  • Xiao Yan soon defeated Xiao Baojuan and by 502 had overthrown Southern Qi and established Liang Dynasty as its Emperor Wu.
    Xiao Yan segera mengalahkan Xiao Baojuan dan pada tahun 502 menggulingkan Qi Selatan dan mendirikan Dinasti Liang sebagai Kaisar Wu.
  • By 502, Xiao Yan had taken over the throne from Xiao Baorong as well and had ended Southern Qi and established Liang Dynasty.
    Pada tahun 502, Xiao Yan mengambil alih tahta dari Xiao Baorong juga dan mengakhiri kekuasaan Qi Selatan dan mendirikan Dinasti Liang.
  • Subsequently, Shibi created him Jieshi Tianzi (解事天子, i.e., "the Tianzi who solved issues") for Liang, although he himself declared a state of Liang and himself its emperor.
    Belakangan Shibi Khan mengubah gelar Liang menjadi Jieshi Khan, walaupun saat itu Liang telah mendeklarasikan berdirinya Dinasti Liang dengan dirinya sebagai kaisar pertama.
  • Her father Wang Gu (王固) was a mid-level official during the Liang and early Chen Dynasties, and was a nephew of Liang's founder Emperor Wu of Liang.
    Ayahnya Wang Gu (王固) adalah seorang pejabat tingkat menengah selama Dinasti Liang dan awal Dinasti Chen, dan merupakan keponakan pendiri Liang Kaisar Wu dari Liang.
  • Though North Wei went through several wars with its northern neighbour, Rourans and Song, it finally disrupted further attacks of Song, resulting the shift into Liang dynasty.
    Meskipun Wei Utara melalui beberapa perang dengan tetangga utaranya, Rouran dan Song, yang akhirnya terganggu dari serangan Song lebih lanjut, yang berdampak pergeseran kekuasaan ke dinasti Liang.
  • When the dynasty was founded by Emperor Wu, it was exceedingly weak, possessing only a small portion of the territory once held by its predecessor Liang dynasty—and that portion was devastated by wars that had doomed Liang.
    Sewaktu didirikan oleh Kaisar Wu, dinasti ini sangat lemah dan hanya mengusai bagian kecil wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh pendahulunya, Dinasti Liang.
  • 445), the Book of Liang (635), the Book of Sui (636) and the History of Northern Dynasties (mid 7th century) draw much from earlier works.
    Sejarah selanjutnya menyebutkan konflik seperti pada Buku setelah Dinasti Han (sekitar tahun 445), Buku Dinasti Liang (tahun 635), Buku Dinasti Sui (tahun 636) dan Sejarah Dinasti Utara (pertengahan abad ke-7) yang menarik banyak dari karya-karya sebelumnya.
  • Second Chinese domination of Vietnam (43–544) ended by the revolt of Lý Nam Đế who led a rebellion taking advantage of internal disorder in China and the weakness of the waning Liang dynasty.
    Dominasi Tiongkok kedua di Vietnam (43–544) diakhiri oleh pemberontak Lý Nam Đế yang memimpin sebuah pemberontakan yang mengambil kesempatan saat terjadi permasalahan internal di Tiongkok dan kemudian mendirikan dinasti Liang Selatan.
  • Gao Zhao used this opportunity to falsely accuse Yuan Xie of acting in concert with both Yuan Yu (because Yuan Yu had forced Yuan Xie's uncle Pan Senggu (潘僧固) into joining his rebellion) and Liang Dynasty.
    Gao Zhao menggunakan kesempatan tersebut dengan menuduh Yuan Xie bersekongkol baik dengan Yuan Yu (karena Yuan Yu memaksa paman Yuan Xie, Pan Senggu bergabung di dalam pemberontakannya) maupun Dinasti Liang.
  • He was known as a violent ruler who executed high-level officials at his whim, and this drew several major rebellions, the last of which, by his general Xiao Yan, overthrew him and eventually his dynasty, with Xiao Yan establishing Liang Dynasty.
    Ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang kejam yang mengeksekusi para pejabat tinggi sewenang-wenang, dan hal tersebut menimbulkan beberapa pemberontakan besar, dimana yang terakhir, oleh jenderalnya Xiao Yan, menggulingkannya dan akhirnya dinastinya, dengan Xiao Yan mendirikan Dinasti Liang.
  • He was a son of Southern Liang's last prince Tufa Rutan, and after Southern Liang's destruction he fled to Northern Wei and began to serve as an official, gradually reaching positions of great power during the reigns of Emperor Wencheng and Emperor Xianwen.
    Ia merupakan putra dari Tufa Rutan, pangeran terakhir Dinasti Liang Selatan dan setelah Liang Selatan jatuh ia melarikan diri ke Wei Utara dan mulai bekerja sebagai seorang pejabat, yang secara bertahap mencapai posisi kekuasaan besar selama pemerintahan Kaisar Wencheng dan Kaisar Xianwen.
  • His family was from Cang Prefecture (滄州, in modern Cangzhou, Hebei) and traced its ancestry to the Han Dynasty official Jia Yi, through officials of Cao Wei, Jin Dynasty (265-420), Liu Song, Southern Qi, Liang Dynasty, Northern Qi, Northern Zhou, Sui Dynasty, and Tang Dynasty.
    Keluarganya berasal dari Prefektur Cang (滄州, sekarang di Cangzhou, Hebei) dan memiliki leluhur berpengaruh yakni perwira Dinasti Han Jia Yi, serta perwira-perwira dari Cao Wei, Dinasti Jin (265-420), Liu Song, Qi Selatan, Dinasti Liang, Qi Utara, Zhou Utara, Dinasti Sui, dan Dinasti Tang.
  • In 545, with Jiao Province (交州, modern northern Vietnam) seized by the rebel Li Ben, Chen Baxian, then a Liang Dynasty general, was sent to Jiao Province to battle Li; at that time, rather than taking Lady Zhang and Chen Chang with him, he sent them back to Wuxing.
    Pada tahun 545, dengan Provinsi Jiao (交州, modern Vietnam) utara direbut oleh pemberontak Li Ben, Chen Baxian, kemudian seorang jenderal Dinasti Liang, dikirim ke Provinsi Jiao untuk memerangi Li; pada saat itu, daripada mengambil Nyonya Zhang dan Chen Chang bersamanya, ia mengirim mereka kembali ke Wuxing.