简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat ethiopian orthodox tewahedo church

"ethiopian orthodox tewahedo church" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • The Ethiopian Orthodox Tewahedo Church claims founding by Philip the Evangelist.
    Gereja Tewahedo Ortodoks Ethiopia mengklaim didirikan oleh Filipus Sang Penginjil.
  • Get your own domain name for your ethiopian orthodox tewahedo church business website
    Dapatkan nama domain Anda sendiri untuk situs web bisnis gereja Ortodoks ethiopian Anda
  • He was widely renowned for his usual presence at Ethiopian Orthodox Tewahedo Church Meskel Demera Festivals.
    Ia dikenal luas karena biasa hadir dalam Festival Meskel Gereja Tewahedo Ortodoks Ethiopia.
  • In 1959, the Ethiopian Orthodox Tewahedo Church was granted its first own Patriarch by Pope Cyril VI.
    Pada tahun 1959, Gereja Ortodoks Tewahedo Etiopia mendapatkan Patriark pertama sendiri dari Paus Cyril VI.
  • These versions contain only the 66 books of the Protestant canon, and they have not been widely embraced by the Ethiopian Orthodox Tewahedo Church.
    Versi ini hanya berisi 66 kitab dari kanon Protestan, dan mereka belum banyak dianut oleh Gereja Ortodoks Ethiopia Tewahedo.
  • It is regarded as canonical by the Ethiopian Orthodox Tewahedo Church and Eritrean Orthodox Tewahedo Church, but not by any other Christian groups.
    Kitab ini dipandang kanonik oleh Gereja Tewahedo Ortodoks Ethiopia dan Gereja Tewahedo Ortodoks Eritrea, namun kelompok Kristen yang lain menganggapnya non-kanonik.
  • In its existing form the Kebra Nagast is at least 700 years old and is considered by the Ethiopian Orthodox Tewahedo Church to be a reliable and historic work.
    Dalam bentuk narasi yang ada Kebra Nagast setidaknya berusia 700 tahun dan dianggap oleh banyak Kristen Ortodoks sebagai inspirasi dan karya yang handal.
  • Some accounts regard members of the Ethiopian Orthodox Tewahedo Church (roughly 45 million), the Eritrean Orthodox Tewahedo Church (roughly 2.5 million), as members of the Coptic Orthodox Church.
    Beberapa catatan menganggap orang Etiopia yang merupkan anggota dari Gereja Ortodoks Tewahedo (sekitar 45 juta), serta penganut Gereja Ortodoks Tewahedo dari Eritrea (sekitar 2,5 juta), sebagai anggota Gereja Ortodoks Koptik.
  • By the 4th century, the Book of Enoch was mostly excluded from Christian canons, and it is now regarded as scripture by only the Ethiopian Orthodox Tewahedo Church and the Eritrean Orthodox Tewahedo Church.
    (Dialog 79) Pada abad ke-4, Kitab Henokh umumnya dikecualikan dari kanon-kanon Kristen, dan sekarang dianggap sebagai kitab suci oleh Gereja Ortodoks Ethiopia dan Gereja Ortodoks Eritrea saja.
  • Following the independence of Eritrea from Ethiopia in 1993, the Eritrean Orthodox Tewahedo Church was made autocephalous by Pope Shenouda III of Alexandria and it officially separated from what was now the distinct Ethiopian Orthodox Tewahedo Church.
    Setelah kemerdekaan Eritrea dari Ethiopia pada tahun 1993, Gereja Tewahedo Ortodoks Eritrea dijadikan autocephalous oleh Paus Shenouda III dari Aleksandria dan secara resmi terpisah dari Gereja Tewahedo Ortodoks Etiopia.
  • This gave rise to the present day Ethiopian Orthodox Tewahedo Church (only granted autonomy from the Coptic Church in 1959), and Eritrean Orthodox Tewahdo Church (granted autonomy from the Ethiopian Orthodox church in 1993).
    Hal tersebut melahirkan dihari ini yang disebut Gereja Ortodoks Ethiopia Tewahedo (hanya diberikan otonomi dari Gereja Coptic pada tahun 1953), dan Gereja Ortodoks Eritrea Tewahdo (diberikan otonomi dari Gereja Ortodoks Ethiopia pada tahun 1993).
  • Furthermore, the Eritrean Orthodox Tewahedo Church similarly became independent of the Ethiopian Orthodox Tewahedo Church in 1994, when four bishops were consecrated by Pope Shenouda III of Alexandria to form the basis of a local Holy Synod of the Eritrean Church.
    Selanjutnya,Gereja Ortodoks Tewahedo Eritrea juga menjadi independen dari Gereja Tewahedo Etiopia pada tahun 1994, ketika empat uskup ditahbiskan oleh Paus Shenouda III dari Alexandria untuk membentuk dasar dari sebuah Sinode Kudus dari Gereja lokal Eritrea.
  • The later rise of Islam in North Africa reduced the size and numbers of Christian congregations, leaving in large numbers only the Coptic Church in Egypt, the Ethiopian Orthodox Tewahedo Church in the Horn of Africa and the Nubian Church in the Sudan (Nobatia, Makuria and Alodia).
    Di kemudian hari, kemunculan Islam di Afrika Utara menyusutkan ukuran dan jumlah jemaat-jemaat Kristen, serta hanya menyisakan Gereja Koptik di Mesir, Gereja Tewahedo Ortodoks Etiopia di kawasan Tanduk Afrika, dan Gereja Nubia di Sudan (Nobatia, Makuria, dan Alodia).