Masuk Daftar

filsuf yunani kuno bahasa Inggris

audio:
contoh kalimat "filsuf yunani kuno"
TerjemahanHandphone
Contoh
  • The ancient Greek philosopher Zeno of Elea gave several famous examples of such paradoxes.
    Seorang filsuf Yunani kuno memberikan beberapa contoh terkenal seperti paradoks Zeno.
  • It was mentioned for the first time by the ancient Greek astronomer and philosopher Ptolemy, who gave it the name Ouikos.
    Disebut pertama kalinya oleh seorang atronom dan filsuf Yunani kuno Ptolemy, yang memberinya nama Ouikos.
  • From the time of Ancient Greek philosopher Aristotle to the 19th century, "natural philosophy" encompassed astronomy, medicine, and physics.
    Dari zaman filsuf Yunani Kuno seperti Aristoteles hingga abad ke-19, filsafat alam melingkupi astronomi, kedokteran, dan fisika.
  • Aristotle once said the elephant was "the beast which passeth all others in wit and mind".
    Para filsuf Yunani Kuno, Aristoteles, pernah berkata bahwa gajah adalah "hewan yang melampaui seluruh hewan lainnya dalam hal kecerdasan dan pikiran."
  • The earliest scientific models of the Universe were developed by ancient Greek and Indian philosophers and were geocentric, placing Earth at the center of the Universe.
    Model-model ilmiah awal untuk Alam semesta dikembangkan oleh para filsuf Yunani kuno dan filsuf India kuno dan bersifat geosentris, menempatkan Bumi di pusat Alam semesta.
  • However, Aquinas disputed the views of those (like the ancient Greek philosopher Empedocles) who held that such natural processes showed that the universe could have developed without an underlying purpose.
    Namun, Aquinas mempersengketakan pandangan dari orang-orang (seperti filsuf Yunani kuno Empedokles) yang menyatakan bahwa proses alam semacam itu menunjukkan bahwa alam semesta dapat berkembang tanpa keperluan yang menghimpunnya.
  • It was influenced by ancient Greek philosophers, such as Aristotle, Hellenistic thinkers such as Ptolemy, earlier Persian and Muslim scientists and philosophers such as Al-Kindi (Alkindus), Al-Farabi (Alfarabi) and Abū Rayhān al-Bīrūnī.
    Kitab ini dipengaruhi oleh para filsuf Yunani kuno, seperti Aristoteles, para pemikir Hellenistik seperti Klaudius Ptolemaeus, para ilmuwan dan filsuf Persia dan Muslim sebelumnya seperti Al-Kindi (Alkindus), Al-Farabi (Alfarabi), dan Abū Rayhān al-Bīrūnī.
  • The most common iterative method of square root calculation by hand is known as the "Babylonian method" or "Heron's method" after the first-century Greek philosopher Heron of Alexandria, who first described it.
    Metode iteratif penghitungan akar kuadrat yang paling biasa dilakukan oleh tangan dikenal sebagai "Metode Babilonia" atau "Metode Heron" dinamai demikian untuk menghargai filsuf Yunani Kuno Heron dari Iskandariyah yang pertama memaparkan metode ini.