Masuk Daftar

331 bc artinya

audio:
contoh kalimat "331 bc"
TerjemahanHandphone
Contoh
  • Persians used war elephants at the Battle of Gaugamela in 331 BC.
    Pada masa kuno, Kekaisaran Akhemeniyah menggunakan gajah perang dalam Pertempuran Gaugamela pada 331 SM.
  • Early in 331 BC he was ready to depart, and led his forces away to Phoenicia.
    Pada permulaan 331 SM ia siap untuk bertolak, dan kemudian memimpin bala tentaranya menuju Fenisia.
  • Darius III, despite having superior numbers, was again forced to flee the Battle of Gaugamela in 331 BC.
    Meskipun jumlah pasukannya lebih unggul, Darius III lagi-lagi terpaksa mundur akibat kekalahan dalam Pertempuran Gaugamela pada 331 SM.
  • Leaving Egypt in 331 BC, Alexander marched eastward into Mesopotamia (now northern Iraq) and again defeated Darius, at the Battle of Gaugamela.
    Berangkat dari Mesir pada tahun 331 SM, Aleksander pergi menuju ke timur ke Mesopotamia (sekarang Irak utara) dan sekali lagi mengalahkan Darius dalam Pertempuran Gaugamela.
  • Arrian writes that Alexander the Great kept the Euphrates and the Armenian mountains on his left after he crossed the Euphrates at Thapsacus in 331 BC.
    Arrian menulis bahwa Aleksander Agung menyusuri jalur dengan sungai Efrat dan pegunungan Armenia di sebelah kiri setelah ia menyeberangi sungai Efrat di Thapsacus pada tahun 331 SM.
  • Alexandria, founded in 331 BC under Greek rule and one of the three largest cities of the Roman Empire, was a leading city in Greek intellectual life during the Hellenistic and Imperial periods.
    Alexandria yang didirikan pada tahun 331 SM di bawah kekuasaan Yunani merupakan salah satu dari tiga kota terbesar di Kekaisaran Romawi dan pusat kehidupan intelektual Yunani pada masa Helenistik maupun Kekaisaran.
  • Macedonian Conquest In September 331 BC, the Macedonian king Alexander the Great (336–323 BC) defeated Darius III of Persia (336–330 BC) at the Battle of Gaugamela, and probably took possession of Opis about the same time as Babylon.
    Pada September 331 SM, Raja Makedonia Aleksander Agung (336–323 SM) mengalahkan Raja Darius III dari Persia (336–330 SM) dalam Pertempuran Gaugamela, dan ia mungkin merebut kota Opis pada saat yang sama dengan Babilon.
  • While utilizing effective propaganda such as the cutting of the Gordian Knot, he also attempted to portray himself as a living god and son of Zeus following his visit to the oracle at Siwah in the Libyan Desert (in modern-day Egypt) in 331 BC.
    Selain mengeluarkan propaganda yang efektif seperti kisah pemotongan Ikatan Gordia, ia juga berupaya menggambarkan dirinya sebagai seorang dewa hidup dan putra Zeus setelah ia mengunjungi orakel di Siwah, Gurun Libya (sekarang Mesir), pada 331 SM.
  • After the end of the Assyrian Empire, Erbil was first controlled by the Medes and then incorporated into the Achaemenid Empire before it became part of the empire of Alexander the Great after the Battle of Gaugamela, which was fought near Erbil in 331 BC.
    Setelah akhir dari Kekaisaran Asiria, Erbil mulai dikuasai oleh bangsa Mede dan kemudian dimasukkan ke dalam Kekaisaran Akhemeniyah sebelum menjadi bagian dari Kekaisaran Aleksander Agung setelah Pertempuran Gaugamela, yang terjadi di sekitar Erbil pada 331 SM.