简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat anglo-saxons

"anglo-saxons" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • Anglo-Saxons are better... in the tropics!
    Anglo-Saxon yang lebih baik ... di daerah tropis!
  • Anglo-Saxons are better in the tropics
    Anglo-Saxon yang lebih baik di daerah tropis
  • Anglo-Saxons are better in the tropics
    Anglo-Saxon lebih baik di daerah tropis
  • Anglo-Saxons better in the tropics
    Anglo-Saxon lebih baik di daerah tropis
  • The Anglo-Saxons Hengest and Horsa and Beowulf are examples of medieval masculine ideals.
    Cerita-cerita Hengest, Horsa dan Beowulf adalah contoh cita-cita maskulin abad pertengahan.
  • Among the early Anglo-Saxons, the rod was the fundamental unit of land measurement.
    Di antara orang Anglo-Saxon awal, rod ("batang") adalah satuan dasar pengukuran tanah.
  • They were later absorbed or ethnically cleansed by the invading Angles and Saxons, who formed the Anglo-Saxons.
    Lalu budaya mereka terserap atau hilang karena invasi Angle dan Saxon, yang membentuk Anglo-Saxon.
  • Most of the region settled by the Anglo-Saxons became unified as the Kingdom of England in the 10th century.
    Sebagian besar wilayah yang dihuni oleh Anglo-Saxon disatukan menjadi Kerajaan Inggris pada abad ke-10.
  • The Anglo-Saxons believed that Wessex was founded by Cerdic and Cynric, but this may be a legend.
    Anglo-Saxon percaya bahwa Wessex didirikan oleh Cerdic dan Cynric, namun ada kemungkinan bahwa teori ini hanya legenda saja.
  • This is representative of 7th-century England when Christian missionaries were slowly converting Anglo-Saxons away from traditional Germanic mythology.
    Tampilan semacam ini mencerminkan keadaan Inggris pada abad ke-7, manakala misionaris-misionaris Kristen perlahan-lahan berusaha menggerus keyakinan masyarakat Angli-Saksen akan mitos-mitos suku bangsa Jermani.
  • The Gregorian mission or Augustinian mission was a Christian mission sent by Pope Gregory the Great in 596 to convert Britain's Anglo-Saxons.
    Misi Gregorius atau misi Agustinus adalah sebuah misi Kristen yang dikirim oleh Paus Gregorius Agung pada 596 untuk mengkonversi Angli-Saksen di Inggris.
  • This was the first papal mission to England since Augustine had been sent by Pope Gregory the Great in 597 to convert the Anglo-Saxons.
    Hal ini merupakan misi pertama Paus ke Inggris sejak Agustinus dikirim oleh Paus Gregorius I pada tahun 597 untuk mengkonversi bangsa Anglo-Saxon.
  • The Anglo-Saxons were the members of Germanic-speaking groups who migrated to the southern half of the island of Great Britain from nearby northwestern Europe and their cultural descendants.
    Bangsa Anglo-Saxon adalah anggota dari kelompok pemakai bahasa Jermanik yang bermigrasi ke bagian selatan pulau tersebut dari benua Eropa, dan budaya-budaya keturunan mereka.
  • Modern research (2004) into the history and archaeology of Derby has provided evidence that the Vikings and Anglo-Saxons would have co-existed, occupying two areas of land surrounded by water.
    Penelitian modern (2004) untuk sejarah dan arkeologi Derby menemukan bukti bahwa bangsa Viking dan Anglo-Saxon mungkin muncul bersama-sama, menguasai dua daerah lahan yang dikelilingi air.
  • Edward had succeeded as King of the Anglo-Saxons in 899, and in 909 he sent a West Saxon and Mercian force to raid the northern Danelaw.
    Edward menggantikan Alfred sebagai Raja Bangsa Anglo-Saxon pada 899, dan pada 909 ia mengirim pasukan gabungan Wessex dan Mercia untuk menyerang Danelaw (tanah Inggris yang dikuasai Viking) bagian utara.
  • He is most famous for sending a mission, often called the Gregorian mission, under Augustine of Canterbury, prior of Saint Andrew's, where he had perhaps succeeded Gregory, to evangelize the pagan Anglo-Saxons of England.
    Ia sangat terkenal atas pengiriman misionaris, seringkali disebut Misionaris Gregorian, di bawah pimpinan Agustinus dari Canterbury, kepala biara Santo Andreas (di mana ia mungkin sempat meneruskan Gregorius disana), untuk menyebarkan Injil pada kaum pagan Anglo-Saxon di Inggris.
  • It chronicles the lives of the kings of the Britons over the course of two thousand years, beginning with the Trojans founding the British nation and continuing until the Anglo-Saxons assumed control of much of Britain around the 7th century.
    Naskah tersebut mengisahkan kehidupan raja-raja Briton dalam narasi kronologis dengan cakupan waktu selama dua ribu tahun, dimulai dari ketika rakyat Troya mendirikan bangsa Britania dan berlanjut sampai Anglo-Saxon menguasai sebagian besar britania sekitar abad ke-7.
  • Another version concerns King Herla, a legendary king of the ancient Britons, who visited the Otherworld, only to return some two hundred years later after the lands had been settled by the Anglo-Saxons.
    Francis Hindes Groome mencatat kisah lain yang mirip seperti kisahnya dalam Cerita Rakyat Gipsi. versi Lain menyangkut Raja Herla, seorang raja legendaris dari Inggris kuno, yang berkunjung ke dunia lain, hanya untuk kembali dua ratus tahun kemudian setelah tanahnya telah dihuni oleh Anglo-Saxon.
  • The Grumman E-1 Tracer is an aircraft radar watch, what Anglo-Saxons call AWACS, designed and built by Grumman for the needs of the U.S. Navy. It is considered the first aircraft of this type specially designed for this mission.
    The Grumman E-1 Tracer adalah radar menonton pesawat, apa Anglo-Saxon sebut AWACS, dirancang dan dibangun oleh Grumman untuk kebutuhan Angkatan Laut Amerika Serikat. Hal ini dianggap sebagai pesawat pertama dari jenis ini dirancang khusus untuk misi ini.
  • The Franks and the Anglo-Saxons were unlike the other Germanic peoples in that they entered the Western Roman Empire as Pagans and were forcibly converted to Chalcedonian Christianity by their kings, Clovis I and ?thelberht of Kent (see also Christianity in Gaul and Christianisation of Anglo-Saxon England).
    Suku Franka dan Anglo-Sachsen berbeda dengan suku Jermanik lainnya dalam hal mereka memasuki kekaisaran sebagai penganut pagan dan langsung berpindah keyakinan ke dalam Kekristenan Kalsedon, dengan bimbingan para raja mereka, yaitu Clovis I dan ?thelberht dari Kent.