contoh kalimat dasima
- Later advertisements compared it with Tan's production, Njai Dasima.
Iklan-iklan selanjutnya membandingkan film ini dengan film Tan, Njai Dasima. - Dasima is a njai (concubine) for the Englishman Edward William.
Dasima (Nurhani) adalah nyai (selir) warga Inggris Edward William. - Tan had previously worked for The on Dasima in 1940.
Tan sebelumnya bekerja untuk The di film Dasima pada tahun 1940. - In 1929 Lie directed his first film, Njai Dasima, for Tan's Film.
Pada tahun 1929 menggarap filmnya yang pertama, Nyai Dasima, untuk Tan's Film. - The two had previously worked together on the company's highly profitable Njai Dasima in 1929.
Keduanya sempat bekerja sama dalam pembuatan Njai Dasima tahun 1929. - Njai Dasima was directed by Bachtiar Effendi for Tan's Film, a production company owned by the Tan brothers.
Njai Dasima disutradarai Bachtiar Effendi untuk Tan's Film, rumah produksi yang dimiliki Tan bersaudara. - Samiun dan Dasima (Indonesian for Samiun and Dasima) is a 1971 Indonesian film directed by Hasmanan .
Samiun dan Dasima adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1970 dengan disutradarai oleh Hasmanan. - Njai Dasima was released by January 1932 and advertised as a "speaking, singing, dancing, and music talkie".
Njai Dasima dirilis bulan Januari 1932 dan dipasarkan sebagai "film suara penuh percakapan, nyanyian, tarian, dan musik". - Nancy Bikin Pembalesan was released on 30 May 1930, four months after the second instalment of Njai Dasima.
Nancy Bikin Pembalesan dirilis pada tanggal 30 Mei 1930, empat bulan setelah Njai Dasima bagian dua dirilis. - The Tan brothers, who owned a pair of cinemas, had been active in the industry since Njai Dasima in 1929.
Tan bersaudara, yang memproduksi sejumlah film, telah aktif dalam industri sejak Njai Dasima pada tahun 1929. - Lie Tek Swie had previously directed two film adaptations, Njai Dasima in 1929 and Melati van Agam in 1931.
Lie Tek Swie sebelumnya menyutradarai dua film adaptasi, Njai Dasima tahun 1929 dan Melati van Agam tahun 1931. - Dasima, produced by The Teng Chun for Java Industrial Film (JIF), was the directorial debut of Tan Tjoei Hock.
Dasima, diproduseri The Teng Chun untuk Java Industrial Film (JIF), adalah film pertama yang disutradarai Tan Tjoei Hock. - Their happy life is disturbed after the delman driver Samioen falls in love with Dasima, despite already being married to Hajati.
Kehidupan bahagia mereka terusik setelah kusir delman Samioen jatuh cinta dengan Dasima meski sudah menikah dengan Hajati. - So that he can take all of her remaining funds, Samioen calls the thug Poeasa and together they plan to kill Dasima.
Agar Samioen bisa menguasai sisa kekayaan Dasima, ia pun mempekerjakan preman bernama Poeasa dan bersama-sama berencana membunuh Dasima. - It was the second film adapted from G. Francis' 1896 novel Tjerita Njai Dasima, following a silent version in 1929.
Ini adalah film kedua yang diadaptasi dari novel karya G. Francis tahun 1896, Tjerita Njai Dasima, setelah versi film bisunya dirilis tahun 1929. - It was adapted from a Toneel Melajoe drama written by the reporter Parada Harahap which had proved popular; Tan's earlier work, Njai Dasima (1929), had also been an adaptation.
Ini diadaptasikan dari toneel yang ditulis wartawan Parada Harahap; karya Tan's sebelumnya, Njai Dasima (1929), juga merupakan adaptasi. - Unlike the original film, which was based on Tjerita Njai Dasima (The Story of Njai Dasima; 1896) by G. Francis, Nancy Bikin Pembalesan was written especially for Tan's Film.
Tidak seperti film pertamanya yang diadaptasi dari Cerita Njai Dasima (1896) karya G. Francis, Nancy Bikin Pembalesan ditulis khusus untuk Tan's Film. - Unlike the original film, which was based on Tjerita Njai Dasima (The Story of Njai Dasima; 1896) by G. Francis, Nancy Bikin Pembalesan was written especially for Tan's Film.
Tidak seperti film pertamanya yang diadaptasi dari Cerita Njai Dasima (1896) karya G. Francis, Nancy Bikin Pembalesan ditulis khusus untuk Tan's Film. - Concurrently with his work on Huwen op Bevel, for which he also handled the cinematography, Krugers likely served as cameraman for Tan's talkie version of Njai Dasima, directed by Bachtiar Effendi.
Bersamaan dengan pengerjaan Huwen op Bevel yang ia tangani sinematografinya, Kruger juga menjadi kameramen untuk Njai Dasima karya Tan yang disutradarai Bachtiar Effendi. - First he was asked to handle cinematography on Bachtiar Effendi's 1932 talkie Njai Dasima, an adaptation of G. Francis' 1896 novel Tjerita Njai Dasima (Story of Njai Dasima).
Pertama ia diminta untuk menangani sinematografi di Bachtiar Effendi pada tahun 1932 di film suara Njai Dasima, sebuah adaptasi dari Cerita Nyai Dasima G. Francis 1896.