contoh kalimat gaur
- The gaur is the tallest of wild cattle species.
Gaur adalah spesies lembu liar tertinggi. - Elephants and gaur eat both species of bamboo.
Simpanse dan gajah juga memakan bagian dari batang bambu. - The Malayan gaur or seladang.
The Malayan gaur or seladang. - He replaced Babulal Gaur as chief minister on 29 November 2005.
Ia menggantikan Babulal Gaur sebagai ketua menteri pada 29 November 2005. - At Bengal, they traveled to Chittagong, then to Sonargaon, and finally to the capital Gaur.
Di Bengal, mereka mengunjungi Chittagong, kemudian ke Sonargaon, dan terakhir ke ibukota Gaur. - Alauddin Husain Shah of Gaur defeated Nilambar of Kamata in 1498, occupied the region and placed his son, Daniyal in charge.
Alauddin Husain Syah dari Gaur dikalahkan Nilambar dari Kamata pada tahun 1498, yang menduduki wilayah itu dan ditempatkan anaknya, Daniyal bertanggung jawab. - He shared the 1978 Filmfare Best Screenplay Award for his movie, Dulhan Wahi Jo Piya Man Bhaye, with Vrajendra Gaur and Madhusudan Kalekar.
Ia mendapatkan Penghargaan Permainan Latar Terbaik Filmfare 1978 karena filmnya, Dulhan Wahi Jo Piya Man Bhaye, dengan Vrajendra Gaur dan Madhusudan Kalekar. - He lost his left arm to a panther (in Silchar, Assam), was tossed by a gaur and trampled by an Indian rhinoceros during various hunting expeditions.
Ia kehilangan lengan kanannya karena seekor macan tutul (di Silchar, Assam), dilempar seekor seladang (bison India) dan diinjak-injak Badak india dalam beberapa ekspedisinya. - After appearances in several stage performances including her father's play Unspoken Dialogues, Sanjay Gaur appeared in several national advertisements, whilst auditioning for roles in Hindi films.
Setelah tampil dalam beberapa penampilan panggung termasuk permainan panggung ayahnya Unspoken Dialogues, Sanjay Gaur tampil pada beberapa iklan nasional, sementara ia mengikuti audisi untuk peran dalam film-film Hindi. - His plays have been translated into some Indian languages and directed by directors like Ebrahim Alkazi, B. V. Karanth, Alyque Padamsee, Prasanna, Arvind Gaur, Satyadev Dubey, Vijaya Mehta, Shyamanand Jalan, Amal Allana and Zafer Mohiuddin.
Permainan-permainan panggungnya diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa India dan disutradarai oleh sutradara-sutradara seperti Ebrahim Alkazi, B. V. Karanth, Alyque Padamsee, Prasanna, Arvind Gaur, Satyadev Dubey, Vijaya Mehta, Shyamanand Jalan dan Amal Allana.