contoh kalimat hamka
- Hamka for example, is included in this group.
Buya Hamka termasuk dalam kelompok ini. - "Hamka, Pengarang Di Bawah Lindungan Kaabah" .
"Hamka, Pengarang Di Bawah Lindungan Kaabah". - The Islamic novelist and scholar Hamka helped as a supervisor during filming.
Novelis dan sarjana Islam Hamka membantu sebagai pengawas selama proses syuting. - Scholars, politicians and writers Big Buya Hamka 7570
Ulama, Politisi dan Sastrawan Besar Buya Hamka 7557 - Hamka soon returned to his homeland after seven months of living in Mecca.
Malik kembali ke Tanah Air setelah tujuh bulan bermukim di Mekkah. - Through Pedoman Masyarakat, he for the first time introduced the pen name "Hamka".
Melalui Pedoman Masyarakat pula, Malik untuk pertama kalinya memperkenalkan nama pena "Hamka". - Hamka also received fan mail, in which readers described the book as reflecting their own lives.
Hamka juga menerima surat dari beberapa pembaca, yang beranggapan bahwa novel itu mencerminkan kehidupan mereka. - Previously, Arema already recruited Raphael Maitimo, Sr?an Lopi?i?, Teguh Amiruddin, Antony Nugroho, and Hamka Hamzah.
Sebelumnya, Arema sudah mengikat Raphael Maitimo, Srdjan Lopicic, Teguh Amiruddin, Antoni Putro Nugroho, dan Hamka Hamzah. - The publication of research results in Journal in FT HAMKA and gradually published in accredited and indexed journals;
Terpublikasinya hasil penelitian dalam Jurnal yang ada di FT HAMKA dan secara bertahap terpublikasi dalam jurnal terakreditasi serta terindeks; - References in literature Hamka, in his novel Merantau to Deli, telling stories about life experiences Minang nomads who went to Deli and married Javanese woman.
Hamka, dalam novelnya Merantau ke Deli, bercerita tentang pengalaman hidup perantau Minang yang pergi ke Deli dan menikah dengan perempuan Jawa. - The Dutch scholar of Indonesian literature A. Teeuw wrote that Tuan Direktur was an interesting book, but Hamka could not be considered a serious writer owing to the weak and overly moralistic psychology presented in his books.
Kritikus sastra Indonesia berpendidikan Belanda A. Teeuw menilai, Hamka tidak dapat dianggap sebagai pengarang besar karena karyanya mempunyai psikologi yang lemah dan terlalu moralistik. - Writing for the Indonesian Department of Education and Culture, Putri Minerva Mutiara, Erli Yetti, and Veni Mulyani wrote that this may have influenced Hamka to set his story in the city.
Dalam buku yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Putri Minerva Mutiara, Erli Yetti, dan Veni Mulyani menulis bahwa hal ini yang mungkin mempengaruhi Hamka untuk mengatur kisahnya di kota tersebut. - Haji Abdul Malik Karim Amrullah, better known as simply Hamka, was the Sumatran-born son of a devout Muslim who viewed local traditions as hindering the progress of religion – his father's opinions influenced his.
Haji Abdul Malik Karim Amrullah, lebih dikenal dengan nama pena Hamka, merupakan Muslim kelahiran Minangkabau yang taat menjalankan agama dan memandang tradisi lokal sebagai penyebab kemunduran—sebagaimana pandangan ayahnya. - The explanation of Hamka may be an explanation of the Prophet's hadith, "Surely the devil entered the body of the son of Adam following his bloodstream. Therefore, constrict the path of Satan by fasting." (Narrated by Bukhari Muslim).
Penjelasan Hamka boleh jadi merupakan penjelasan dari hadits Nabi, “Sesungguhnya setan itu masuk ke dalam tubuh anak Adam mengikuti aliran darahnya. Oleh karenanya, sempitkanlah jalan setan itu dengan cara berpuasa.” (HR. Bukhari Muslim). - The victory of the people of Ternate is the first victory of the sons of the archipelago of the western power and by Buya Hamka the victory of the people of Ternate is praised is very important because delay the western colonization over the archipelago for 100 years.
Kemenangan rakyat Ternate ini merupakan kemenangan pertama putera-putera Nusantara atas kekuatan barat dan oleh Buya Hamka kemenangan rakyat Ternate ini dipuji sangat penting karena menunda penjajahan barat atas nusantara selama 100 tahun. - Improper ball control in front of Borneo FC goal utilized by Hamka Hamzah to minimize the distance to 3-2. The final minute of the game had occurred chaos in front of goalkeeper Borneo FC. However, PSM Makassar players failed to take advantage of that opportunity.
Kontrol bola yang kurang sempurna di depan gawang Borneo FC dimanfaatkan Hamka Hamzah untuk memperkecil jarak menjadi 3-2. Menit akhir pertandingan sempat terjadi kemelut di depan gawang Borneo FC. Namun, pemain PSM Makassar gagal memanfaatkan peluang itu.