contoh kalimat simla
- Jhansi, Patiala, Amritsar, Jodhpur Jaipur, Srinagar, Simla, Ambala?
Jhansi, Patiala, Amritsar, Jodhpur Jaipur, Srinagar, Simla, Ambala? - Can I drop you back at Simla?
Bisakah Aku mengantarmu kembali ke Simla? - Listen, show him Simla on the way.
Dengar, perlihatkan padanya Simla dalam perjalanan. - It happened when we performed in Simla two months ago.
Itu terjadi ketika kami show di Simla dua bulan lalu. - You said Simrit will reach Simla in a day and call me.
KaukataSimritakan sampai di Simla dalam sehari dan meneleponku. - "No, I am not going back to Simla." "I'm headed home, Dehradun."
Tidak, Aku tidak kembali ke Simla. Aku pulang ke rumah, Dehradun. - As of the 2001 Indian census, Simla had a population of 13,632.
Menurut sensus India pada tahun 2001, Simla memiliki jumlah penduduk sebesar 13.632. - To ensure a smooth transition, in 1972 the Simla Agreement was signed between India and Pakistan.
Untuk memperlancar transisi, pada tahun 1972, Persetujuan Simla ditandatangani antara India dan Pakistan. - The 1972 Simla Agreement made no change to the 1949 Line of Control in this northernmost sector.
Perjanjian Simla tahun 1972 tidak mengubah Garis Kendali 1949 di sektor paling utara ini. - He was also in the cities of Delhi, Cawnpore, Meerut, Benares, Amritsar, Agra, Simla, and Lahore.
Ia juga sampai di kota-kota seperti Delhi, Cawnpore, Meerut, Benares, Amritsar, Agra, Simla, dan Lahore. - The treaty was signed by the foreign ministers of India, Pakistan and Bangladesh in New Delhi after the Simla Agreement.
Perjanjian itu ditandatangani oleh menteri luar negeri India, Pakistan dan Bangladesh di New Delhi setelah Perjanjian Simla. - Simla (along with the McMahon Line) was initially rejected by the Government of India as incompatible with the 1907 Anglo-Russian Convention.
Simla (beserta Garis McMahon) awalnya ditolak oleh Pemerintah India karena tidak sesuai dengan Konvensi Inggris-Rusia 1907. - The line is named after Henry McMahon, foreign secretary of British India and the chief negotiator of the convention at Simla.
Garis ini dinamakan sesuai nama Henry McMahon, menteri luar negeri India Britania dan juru runding utama konvensi di Simla. - The treaty was signed in Simla, India, by Zulfiqar Ali Bhutto, the President of Pakistan, and Indira Gandhi, the Prime Minister of India.
Perjanjian ini ditandatangani di Simla, India, oleh Zulfikar Ali Bhutto, Presiden Pakistan, dan Indira Gandhi, Perdana Menteri India. - The Simla Conference 1945 was a meeting between the Viceroy and the major political leaders of British India at Simla, India.
Konferensi Simla 1945 adalah sebuah pertemuan antara Viceroy dan para pemimpin politik besar di India Britania yang diadakan di Simla, India. - The Simla Conference 1945 was a meeting between the Viceroy and the major political leaders of British India at Simla, India.
Konferensi Simla 1945 adalah sebuah pertemuan antara Viceroy dan para pemimpin politik besar di India Britania yang diadakan di Simla, India. - The British began using the McMahon Line on Survey of India maps in 1937, and the Simla Accord was published officially in 1938.
Britania mulai menggunakan Garis McMahon di peta Survei India pada tahun 1937, dan Konvensi Simla dipublikasikan secara resmi pada tahun 1938. - Originally known as the Cease-fire Line, it was redesignated as the "Line of Control" following the Simla Agreement, which was signed on 3 July 1972.
Awalnya dikenal sebagai Garis Gencatan Senjata, garis tersebut dinamakan ulang sebagai "Garis Kendali" mengikuti Perjanjian Simla, yang ditandatangani pada 3 Juli 1972. - In June 1945, following the release of the Congress leaders, Wavell called for a conference, and invited the leading figures from the various communities to meet with him at Simla.
Pada Juni 1945, setelah pembebasan para pemimpin Kongres, Wavell menyerukan sebuah konferensi, dan mengundang figur-figur utama dari berbagai komunitas untuk bertemu dengannya di Simla. - By thirteen she left home to attend Loreto Convent Tara Hall, an Irish-Catholic missionary school located in Simla, where she developed an infatuation with English literature.
Pada usia tiga belas tahun, ia meninggalkan rumah untuk masuk Tara Hall, sebuah sekolah misionaris Katolik Irlandia yang terletak di Simla, dimana ia mengembangkan pemahamannya dalam bidang sastra Inggris.